Bosan Mobile Legends? 10 Game Esports Baru Ini Bisa Jadi Peluang Bisnis Tahun Ini

Mobile Legends sudah terlalu mainstream, dan kamu mulai mikir: apa masih ada peluang bisnis atau karir di esports selain game itu? Fakta menariknya, industri esports global diprediksi tembus $1,8 miliar di 2026, dan sebagian besar pertumbuhannya justru datang dari game-game baru yang belum terlalu ramai pemain pro.

Buat kamu yang lagi cari peluang bisnis di dunia gaming, mau bangun tim esports, atau sekadar eksplorasi niche baru untuk konten dan sponsorship, ini saat yang tepat. Kompetisi di Mobile Legends sudah terlalu ketat, biaya marketing mahal, dan audiens mulai jenuh. Tapi game-game baru? Mereka butuh early adopters, content creator, dan entrepreneur seperti kamu.

Artikel ini bakal kasih kamu 10 game esports terbaru yang punya potensi besar di 2026—lengkap dengan alasan kenapa game ini layak kamu coba, baik sebagai pemain, content creator, atau bahkan investor kecil-kecilan.


1. Valorant Mobile – Tactical Shooter yang Bakal Guncang Pasar Mobile Esports

Valorant versi PC sudah jadi fenomena global sejak 2020, dan akhirnya Riot Games resmi luncurkan versi mobile-nya di akhir 2025. Game tactical shooter 5v5 ini punya fanbase loyal, ekosistem tournament yang matang, dan brand recognition kuat.

Kenapa ini penting buat kamu? Valorant Mobile masih sangat fresh di regional esports Asia Tenggara. Tim-tim besar belum sepenuhnya dominan, dan ada banyak ruang buat pemain atau organisasi kecil buat naik. Mekanik gameplaynya yang butuh strategi tim solid juga bikin ini cocok buat konten edukatif—perfect buat kamu yang mau jadi content creator atau coach.

Dari sisi bisnis, Riot Games punya track record bagus dalam mendukung ekosistem esports—dari sponsorship resmi sampai program partnership untuk streamer dan organizer lokal. Jadi kalau kamu mau bikin turnamen kecil-kecilan atau komunitas, dukungannya jelas.


2. Honor of Kings World – MOBA Global dengan Prize Pool Fantastis

Honor of Kings (atau Arena of Valor di beberapa region) adalah MOBA terbesar di China, dan versi internasionalnya—Honor of Kings World—baru saja ekspansi agresif ke pasar global di 2025-2026. Game ini punya total prize pool tournament tahunan mencapai $15 juta, lebih besar dari banyak game tier-1.

Kalau kamu bosan sama meta Mobile Legends yang itu-itu aja, Honor of Kings World nawarin hero design yang lebih variatif, gameplay yang lebih fast-paced, dan grafis yang jauh lebih smooth. Yang lebih penting: ekosistem esportsnya masih growing di Indonesia, artinya peluang buat menang turnamen regional atau bikin nama masih terbuka lebar.

Buat entrepreneur, ini juga peluang emas. Tencent (developer-nya) lagi gencar cari partner lokal buat organize event, manage talent, dan buka akademi esports. Kalau kamu punya koneksi atau modal kecil, ini bisa jadi pintu masuk ke industri esports yang lebih established.


3. EA Sports FC Mobile – Esports Olahraga yang Gampang Dipahami Massa

Dulu namanya FIFA Mobile, sekarang rebranding jadi EA Sports FC Mobile dengan engine baru dan mode esports yang lebih kompetitif. Game ini unik karena audiens-nya lintas generasi—dari yang umur 15 sampai 40 tahun banyak yang main, dan itu bikin potensi sponsorship-nya luas banget.

Kenapa ini cocok buat pebisnis atau content creator? Karena sepak bola adalah bahasa universal. Kamu gak perlu jadi hardcore gamer buat ngerti atau nikmatin turnamen EA Sports FC. Ini bikin game ini sangat marketable buat brand-brand mainstream yang biasanya gak tertarik sponsor esports game fantasy atau shooter.

Ekosistem esportsnya juga udah jalan, dengan EA resmi support turnamen regional dan global. Di Indonesia, beberapa brand besar mulai lirik game ini buat campaign marketing mereka, dan ini artinya: ada uang di sini, bukan cuma buat pemain, tapi juga buat organizer dan agency.


4. Apex Legends Mobile – Battle Royale dengan Skill Ceiling Tinggi

Apex Legends Mobile sempat down di 2023, tapi comeback di 2025 dengan engine dan server yang jauh lebih stabil, plus dukungan penuh dari EA dan Respawn. Game battle royale ini punya mekanik movement dan team synergy yang kompleks, bikin skill gap-nya lebih jelas dibanding game BR lain.

Buat kamu yang suka tantangan atau mau bangun reputasi sebagai high-skill player atau coach, Apex Legends Mobile adalah pilihan tepat. Meta-nya terus berubah setiap season, jadi ada demand tinggi buat guide, tier list, dan coaching service.

Dari sisi bisnis esports, EA lagi invest besar-besaran di Apex Legends Mobile Esports Global Series (ALGS Mobile) dengan total hadiah ratusan ribu dollar per tahun. Tim-tim kecil dari Indonesia sudah mulai qualify ke stage internasional, dan ini bukti kalau peluangnya masih terbuka luas buat pendatang baru.


5. Pokemon Unite – MOBA Kasual yang Serius di Esports

Pokemon Unite sering dianggap remeh karena terlihat “terlalu kasual,” tapi jangan salah: ekosistem esportsnya berkembang pesat di Jepang, Korea, dan mulai merambah Asia Tenggara. Game ini punya mekanisme unik yang berbeda dari MOBA tradisional, lebih fokus ke objective control dan timing dibanding mechanical skill mentah.

Kenapa ini menarik? Karena barrier to entry-nya rendah, tapi skill ceiling-nya tetap tinggi. Artinya, kamu bisa lebih cepat “mahir” dibanding game MOBA lain, tapi tetap ada depth buat kompetisi serius. Perfect buat kamu yang baru mau masuk dunia esports tapi gak punya waktu grinding 5000 jam seperti Dota atau LoL.

Dari sisi content creation, Pokemon Unite punya fanbase global yang fanatik, dan brand Pokemon sendiri adalah goldmine. Sponsorship dan merchandise opportunities-nya jauh lebih besar dibanding game indie atau less-known IP.


6. Farlight 84 – Battle Royale Futuristik dengan Gaya Unik

Farlight 84 adalah dark horse di dunia battle royale mobile. Game ini punya desain futuristik ala cyberpunk, mekanik jetpack, dan hero-based abilities yang bikin setiap match beda-beda. Di 2025-2026, Farlight 84 mulai naik daun di esports regional Asia, terutama Thailand dan Vietnam.

Yang bikin game ini menarik buat entrepreneur? Developer-nya, Farlight Games, sangat open buat community-driven tournament. Mereka sering kasih support berupa in-game currency, skins, atau bahkan co-branding buat event organizer lokal. Modal kecil, potensi besar.

Playerbase-nya juga masih growing, jadi kalau kamu mau mulai bikin konten atau streaming, kamu masih bisa jadi “early influencer” di game ini. Dan trust me, jadi early adopter di game yang later nge-blow itu ROI-nya gila-gilaan—cek aja sejarah content creator ML atau PUBG di masa awal mereka.


7. Omega Strikers – Esports Game Hybrid yang Fresh dan Adiktif

Omega Strikers adalah game hybrid antara MOBA dan air hockey, dikembangkan oleh Odyssey Interactive. Kedengeran aneh? Iya. Tapi gameplay-nya super seru dan sangat spectator-friendly—artinya bagus banget buat ditonton, dan itu kunci penting buat esports yang sustainable.

Game ini punya match duration yang pendek (sekitar 5-7 menit), jadi cocok banget buat format turnamen mobile atau online yang gak makan waktu lama. Buat kamu yang mau organize turnamen lokal atau kampus, Omega Strikers bisa jadi pilihan unik yang bikin event kamu stand out.

Developer-nya juga aktif dengerin community feedback, dan mereka punya roadmap jelas buat esports scene-nya. Ada seasonal tournaments, ranked system yang fair, dan potensi kolaborasi dengan third-party organizers. Ini peluang emas buat kamu yang mau mulai venture di event organizing.


8. Naraka: Bladepoint Mobile – Battle Royale dengan Combat Melee Terbaik

Naraka: Bladepoint Mobile adalah versi mobile dari game PC hit yang sama, dan ini adalah satu-satunya battle royale yang fokus ke melee combat dan parkour. Bayangin PUBG, tapi kamu pake pedang, grappling hook, dan skill wushu—epic banget.

Game ini punya visual yang stunning dan mekanik skill-based yang rewarding. Buat content creator, ini goldmine karena gameplay footage-nya sangat cinematic, cocok buat highlight reel atau montage yang gampang viral di TikTok atau YouTube Shorts.

Dari sisi esports, NetEase (developer-nya) punya budget gede dan serius develop competitive scene. Mereka udah announce Naraka Championship Series dengan hadiah total ratusan ribu dollar, dan regional qualifiers udah dibuka di Indonesia. Early bird gets the worm—makin cepat kamu terjun, makin besar peluangmu.


9. Street Fighter Duel – Fighting Game Mobile yang Kompetitif

Street Fighter Duel bawa franchise legendaris Street Fighter ke format mobile dengan pendekatan yang lebih accessible tapi tetap kompetitif. Game ini punya auto-battle mode untuk casual player, tapi PvP ranked-nya full manual dan butuh skill tinggi.

Kenapa ini menarik buat entrepreneur atau mahasiswa? Fighting game community (FGC) adalah salah satu yang paling loyal dan engaged di dunia esports. Mereka rela bayar buat nonton turnamen, beli merchandise, dan support player favorit. Monetization potentialnya tinggi, baik dari sponsorship, ticket sales, atau merchandise.

Capcom juga lagi push hard buat bikin Street Fighter Duel jadi esports title serius, dengan dukungan penuh dari Capcom Pro Tour ekosistem. Kalau kamu bisa masuk early dan bangun nama di scene ini, networking opportunities-nya luar biasa—FGC adalah komunitas yang sangat tight-knit.


10. Wuthering Waves – Action RPG dengan Mode PvP Kompetitif

Wuthering Waves adalah action RPG open-world ala Genshin Impact, tapi dengan fokus lebih besar ke combat system dan mode PvP kompetitif. Game ini baru soft launch di akhir 2025, dan developer-nya (Kuro Games) udah announce competitive season dengan ranked rewards dan seasonal tournaments.

Ini menarik karena action RPG jarang banget punya scene esports yang serius, tapi Wuthering Waves design-nya emang dari awal udah diarahin kesana. Skill ceiling-nya tinggi, combat-nya fast-paced, dan ada team-based mode yang perfect buat competitive play.

Buat content creator atau streamer, ini adalah blue ocean market. Belum banyak orang bikin guide atau tier list yang berkualitas, dan demand-nya tinggi karena gamenya memang complex. Kalau kamu bisa jadi “the go-to expert” buat game ini, viewership dan subscriber growth-nya bisa eksplosi.


Kesimpulan

Industri esports gak cuma soal Mobile Legends atau PUBG Mobile. Ada puluhan game baru dengan potensi besar yang masih butuh pioneer—baik itu pemain, content creator, organizer, atau investor kecil-kecilan. 10 game di atas adalah pilihan terbaik di 2026 kalau kamu mau masuk dunia esports dengan competitive advantage.

Yang penting diingat: sukses di esports bukan cuma soal jago main game. Kamu bisa bikin konten edukatif, organize turnamen lokal, jadi caster atau analyst, atau bahkan bikin merchandise dan branding. Peluangnya luas, dan timing-nya pas banget sekarang.

Jadi, mana nih yang bakal kamu coba duluan? Drop di komen, atau share artikel ini ke temen-temen kamu yang lagi cari peluang di dunia gaming dan esports!

Leave a Comment